.| Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tanah Bumbu |.

Membangun Kesejahteraan Kawasan Transmigrasi

Surel Cetak PDF

Perlu sinergi

Melihat kurang ter-“fasilitasi”-nya kehidupan salah satu keluarga transmigrasi Arifuddin A Rahman-Saimah Ibrahim beserta anaknya di lokasi SP 5 KTM Tambora ini, maka diperlukan solusi pemecahan, antara lain,   dibutuhkannya sinergisitas antar lintas kementerian dalam menyelesaikan kendala yang ada di kawasan ini, karena Program Pembangunan KTM sudah menjadi Program Kawasan Strategis Nasional dan bukan hanya tanggungjawab satu kementerian saja, yakni Kemenakertrans.

Seperti rehabilitasi jalan, seyogyanya menjadi tanggungjawab Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) melalui Dinas Jasa Marga untuk memperbaiki ruas Kore-Piong, Piong-Kawinda To’i dan Kawinda To’i-Labuhan Kananga sepanjang 92,l5 Km yang masih dipenuhi bebatuan, belum ada pelebaran ruas jalan, jalan belum di aspal, masih banyaknya jalur transportasi terputus dan sedikitnya moda transportasi umum yang lewat jalur ini.

Untuk penambahan pelabuhan di kawasan KTM Tambora, seharusnya menjadi tanggungjawab Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan untuk pemasangan listrik di kawasan KTM Tambora mulai dari SP 1-5 dengan total 1.000 Kepala Keluarga (KK) seharusnya menjadi tanggung jawab Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (Kemen ESDM) dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemen PDT) serta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Adanya sinergisitas  antar lintas kementerian turut memperhatikan kekurangan fasum maupun infrastruktur pada kawasan KTM Tambora ini, bukti konkret bahwa pemerintah saat ini benar-benar peduli dengan kehidupan rakyat kecil di lokasi desa yang minim fasilitas ini, seperti apa yang pernah diungkapkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Drs HA Muhaimin Iskandar MSi dalam satu kesempatan bahwa menghadapi besarnya kesenjangan antar wilayah yang menjadi salah satu sebab besarnya jumlah penduduk miskin terutama di perdesaan yang terjadi saat ini, maka pembangunan Kawasan Transmigrasi berupa Pembangunan 44 KTM dengan menitikberatkan wilayah sebagai pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat perdesaan yang mengikuti Program Ketransmigrasian, terus menerus dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pembinaan dan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi  (P2MKT) Kemenakertrans hingga periode empat tahun mendatang (2010-2014) sesuai peran transmigrasi dalam mewujudkan Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014 yaitu Prioritas Bidang Wilayah dan Tata Ruang dalam pembangunan perdesaan dan pengembangan ekonomi lokal dan daerah.

Melalui pembangunan 44 KTM yang tersebar di seluruh Indonesia, kata Muhaimin, manfaatnya kini sudah bisa dirasakan sebagian besar masyarakat perdesaan yang jumlahnya puluhan ribu Kepala Keluarga (KK) yang tadinya tidak memiliki pekerjaan tetap atau masyarakat perdesaan  yang menganggur dan miskin di desanya, setelah mengikuti Program Ketransmigrasian, mereka  telah diberdayakan dan taraf hidupnya secara bertahap mulai meningkat.

Seperti diungkapkan oleh Muhaimin baru-baru ini bahwa  aktifitas yang dilakukan  1000 masyarakat transmigran yang berasal dari masyarakat perdesaan berbagai desa di Pulau Jawa yang telah mengikuti Program Ketransmigrasian (Program perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain yang lebih memiliki banyak potensi dan peluang tersedia) yang tersebar pada 5 (lima)  KTM berbasis maritim (kelautan), yakni KTM Paruji Motong dan KTM Morotai di Kota Maluku Utara (Malut), KTM Sempatik di Kota Nunukan Kalimantan Timur (Kaltim), KTM Selayar di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan KTM Mesuji Tulang Bawang di Sumatera Selatan (Sumsel), secara kontinu, mereka telah mampu memperbaiki taraf hidupnya dan perekonomian keluarganya ada peningkatan dari sebelum menjadi masyarakat transmigran. Dan kini 1000 masyarakat transmigran itu bukan lagi menjadi masyarakat desa pengangguran dan hidup dibawah garis kemiskinan.

Seribu masyarakat transmigran yang bermukim di wilayah pesisir dan bekerja pada sektor perikanan dan kelautan sebagai nelayan penangkap ikan tangkap di perairan laut wilayah lima kawasan KTM tersebut, tiap harinya mereka mampu menghidupi anak dan istrinya dan berkecukupan secara ekonomi  dari hasil mereka melaut.

Sementara bukti lain bahwa pembangunan KTM mampu menjadi solusi nyata mengentaskan angka kemiskinan dan pengangguran terlihat dari hasil pembangunan KTM Padauloyo di Kabupaten Tojo Una-una Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang merupakan salah satu KTM dari 44 KTM yang dibangun di seluruh lokasi transmigrasi.

Kawasan Transmigrasi seluas 120 Hektare (Ha) ini mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja terkait dengan pembangunan dan pengembangan Program Transmigrasi komoditas Hutan Tanaman Rakyat (Trans-HTR), perkebunan dan perikanan dengan nilai investasi mencapai Rp150 miliar.

Selain diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tojo Una-una, pembangunan KTM Padauloyo ini juga merupakan bagian sumbangsih bangsa Indonesia dalam menjaga perubahan iklim (global climate change).

Program Pembangunan KTM pola Trans-HTR

Program pembanguann KTM dengan pola Trans-Hutan Tanaman Rakyat (HTR) rupanya bermanfaat juga sebagai penghijauan hutan yang sudah rusak dan meningkatkan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvilkultur dalam rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan.

Selain pengembangan KTM dengan pola Trans-HTR, potensi lainnya yang ada di KTM Padauloyo adalah perkebunan rakyat dengan komoditas kelapa dalam yang meliputi hamparan ribuan hektare yang sudah berproduksi.

Di samping itu, kondisi geografis KTM Padauloyo yang berada di tepi Teluk Tomini akan menjadikan potensi ekonomi daerah ini sebagai penghasil komoditi perikanan.

Dua contoh manfaat pembangunan KTM di atas, menunjukan bahwa melalui pengintegrasian pembangunan dan pengembangan kawasan perdesaan sebagai hinterland (kawasan yang terbelakang) dengan pengembangan kawasan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan dalam satu kesatuan sistem pengembangan ekonomi wilayah, dengan demikian, pembangunan di bidang Ketransmigrasian tidak hanya terbatas pada aspek wilayah dan tata ruang secara fisik, melainkan juga pada sumber daya manusia (SDM) yang pada gilirannya harus mampu memberikan kontribusi secara nyata dan terukur dalam pembangunan perdesaan serta pengembangan desa ekonomi lokal dan daerah.

Oleh karena itu, berbagai kebijakan Ketransmigrasian harus dijalankan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas SDM di Kawasan Transmigrasi, pemberdayaan masyarakat transmigran, dan peningkatan kesejahteraan dalam rangka meningkatkan daya saing daerah asal warga transmigran.

Bupati Meninjau Bedah Rumah di Desa Batarang

Surel Cetak PDF

BATULICIN - Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) melaksanakan aksi bedah rumah. Hal tersebut dilaksanakan agar masyarakat yang tergolong tidak mampu mendapatkan tempat tinggal yang layak huni.

Demikian dikatakan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming saat meresmikan program bedah rumah di Desa Batarang Kecamatan Kusan Hilir, Kamis (2/2/2012).

Selengkapnya...

Dinsosnakertrans Tanbu Sosialisasikan Ump Kalsel Tahun 2012

Surel Cetak PDF

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tanbu melaksanakan Sosialisasi Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 188.44/0548/KUM/2011 tentang Penetapan Upah Minimum Propinsi (UMP) Kalimantan Selatan Tahun 2011, Senin (19/12/2011) di Mahligai Bersujud, Kapet Batulicin.

Selengkapnya...

BUPATI LANTIK KADES GUNTUNG

Surel Cetak PDF

BATULICIN- Bupati Tanah Bumbu kembali melantik salah satu kades terpilih desa Guntung priode 2011-2017 dan Anggota BPD desa Kusan Raya,Temunih kecamatan Kusan Hulu yang bertempat di gedung serbaguna desa guntung, acara ini dihadiri oleh Bupati, Assisten I bidang pemerintahan,seluruh kepala desa sekecamatan kusan hulu unsur muspika dan beberapa kepala SKPD dijajaran pemerintahan tanah bumbu selasa (27/12).
Melalaui acara pelantikan kepala desa tersebut bupati tanah bumbu Mardani H Miming dalam sambutannya mengatakan,

Selengkapnya...

PETANI BATULICIN MULAI MUSIM TANAM

Surel Cetak PDF

melakukan proses penyemaian bersama_kelompok tani desa kersik_putih

Batulicin - Petani dikawasan Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan melakukan tradisi "MAPO" (penyemaian benih padi dalam Bahasa Bugis-red) guna mengawali periode musim tanam Oktober 2011 hingga Maret 2012 (Ok-Mar).
Tradisi Mapo sebelumnya diawali dengan proses begadang semalam suntuk oleh sejumlah kelompok tani yang ingin melakukan penyemaian padi tersebut.
"Penyemaian benih padi adalah rangkaian budi daya untuk percepatan musim tanam. Kegiatan ini sekaligus melestarikan budaya lokal berupa tradisi "Mapo" yang masih kental dimasyarakat," kata Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, Tanah Bumbu, Akhmad Fauzi MP, pada saat melakukan penyemaian benih padi bersama kelompok tani Desa Kesik Putih, Kecamatan Batulicin, Rabu (23/11).

Selengkapnya...
You are here Home